semua usaha tidak harus bermodal uang
Rekan-rekan Sahabat Mandiri, selamat siang. Di sini saya hanya ingin share pengalaman seseorang yang dikirim ke email saya. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Bahwa modal uang bukanlah yang utama.
“MODAL UTAMA USAHA ADALAH UANG ITU BOHONG”
Pada tahun 1998 saya diperkenalkan dengan namanya purwanto asal wonosari yg dia selalu ke kota utk mencetak suatu order seperti kop surat maupun nota, awalnya saya ingin sekali belajar karna melihat prospeknya sangat bagus dan mulai lah saya belajar skill dalam hal percetakan karena menurut pengamatan saya bahwa jika usaha itu tanpa modal uang atau istilahnya tidak punya modal uang sepeserpun tidak akan bisa berjalan suatu usaha itu. Maka dari itu saya mencoba utk belajar sebagai pelaku usaha dan tanpa modal uang sepeserpun. Oleh karena itu yg harus saya lakukan adalah saya harus bener-bener mendalami suatu usaha tersebut, walaupun saya harus menjadi pesuruh sekalipun. Dan pada tahun 2000 saya sudah menguasai yg namanya mesin cetak dan mengoperasikan serta sudah mulai dengan membuat design sendiri dari situ saya pelan2 mulai lepas dari yang namanya purwanto serta memulai usaha percetakan dengan cara keluar masuk pasar serta toko untuk menjajakan seperti nota, kartunama, kop surat maupun yg lainnya… pada tahun 2002 nama percetakan saya mulai melejit dengan nama PeeWee akan tetapi karna situasi pangsa pasar mulai melemah dan banyak sekali para pelaku usaha baru yang dengan modal gede berdatangan akhirnya kita kalah dalam nego harga sehingga secara perlahan kita mulai kalah bersaing dan sebelum kita bener2 down atau dalam bahasa jawa (kukut tanpo ngukup) akhirnya kita spekulasi utk beralih usaha di tahun 2005 mulai lagi bener2 dari 0 (nol) belajar lagi utk bias menjadi pelaku usaha… dengan cara kembali menjadi pesuruh di rumah temen utk mempelajari service computer…
Memang cukup lama utk mempelajari service computer dengan hanya lulusan SLTA dan dengan ketekunan serta kerajinan seseorang pastilah akan membuahkan hasil hingga suatu saat di tahun 2006 ada pelatihan tekhnisi computer di kelurahan dari Disnakertransos kabupaten disitu saya mengikuti pelatihan ini dan kenal dengan instrukturnya selama pelatihan yg hanya 2 minggu itu dilanjutkan dengan hubungan sebagai tekhnisi akhirnya terjalin kerjasama utk membuka usaha. Disitu terjadi kesepakatan bahwa utk melanjutkan sebagai instruktur di serahkan ke saya di tahun 2007 dan itu berjalan sambil belajar sudah menghasilkan beberapa konsumen sehingga ditunjang dengan sebagai instruktur melebarkan sayap hingga di tahun 2010 mendaftar di salah satu Bank di Jogjakarta.
Sambil terus melebarkan sayap sambil bekerja di Bank diterima sebagai IT atau tekhnisi sampai dengan saat ini Alhamdulillah sudah memegang tekhnisi di berbagai tempat serta pengadan barang seperti computer dan laptop, walaupun saya bekerja akan tetapi tetep saya melebarkan sayap hingga ada 3 Bank dan 2 Sekolah Dasar dan menjadi Instruktur di salahsatu LPK di Jogjakarta kelas malam dan mereka menerima jika harus saya kerjakan di malam hari.
Dalam kesimpulan kata diatas adalah bahwa suatu usaha itu tidak bias dikatakan bahwa modal utama itu adalah UANG karena tanpa modal uang kita bias membuka peluang usaha dan Alhamdulillah dengan tekat, keyakinan dan skill skrg sudah bias membeli sepeda motor 2 dan sebidang tanah utk investasi anak cucu… dan masih banyak impian kita yg akan kita wujudkan dengan usaha tersebut…
Saya kira ini yg bias saya share karena ini pengalaman yg saya lakukan selama ini…
>>>>TERIMA KASIH<<<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar