Berencana memulai usaha konveksi kecil-kecilan? Yang pertama harus kamu perhatikan adalah business plan atau rencana bisnis. Business plan membantu memandu arah usahamu. Buatlah dengan detail dan pastikan tidak ada langkah yang terlewat. Apa saja yang harus dibuat dalam business plan membangun konveksi rumahan?
Pertama adalah modal. Berapa yang kamu butuhkan, bagaimana mendapatkannya. Carilah investor atau pihak yang bisa diajak bekerja sama. Modal tidak harus selalu berbentuk uang tetapi juga bisa merupakan relasi.
Kedua, membeli peralatan dan perlengkapan konveksi. Perhatikan dengan seksama fungsi dan ketahanannya. Beli peralatan (mesin jait) second dengan kualitas sama seperti baru juga dapat memperkecil pengeluaran.
Ketiga, mencari pekerja. Bagian ini merupakan bagian yang susah-susah-gampang dan kadang jodoh-jodohan. Lebih enak jika mencari pekerja yang sudah kenal dan punya beberapa teman untuk diajak bekerja, karena bisa lebih terbuka tentang apa yang diinginkan dari masing-masing pihak.
Keempat, membeli bahan baku. Jangan gegabah langsung membeli banyak, beli sedikit-sedikit untuk menghindari kerugian. Perhatikan juga kualitas, cari bahan baku yang harganya sesuai dengan kualitasnya. Di bagian ini diperlukan kejelian dan kepahaman akan kualitas dan harga bahan baku tentunya.
Kelima, membuat desain. Analisislah kecenderungan gaya yang ada di masyarakat saat ini. buatlah menyesuaikan dengan pasar, tetapi kamu juga bisa menambahkan sedikit gaya khas desain kamu sendiri sebagai diferensiasi produk.
Keenam, proses. Pantaulah proses pembuatan. Quality control harus selalu dijaga mulai dari tahap ini. perhatikan desain, size, dan jahitannya. Pastikan proses produksi sesuai dengan rancanganmu.
Ketujuh, kemasan. Mungkin bagi beberapa orang, pengemasan tidak dianggap penting, yang penting adalah produknya. Hal itu mungkin ada benarnya, tapi mendapatkan barang berkualitas dengan pengemasan yang mempunyai nilai estetika tentunya dapat menambah senyuman konsumen menjadi lebih lebar dan kamu akan lebih diingat dengan nilai plus tersebut.
Kedelapan, menjual. Jual hanya yang terbaik pada konsumen. Pastikan konsumen mendapatkan produk berkualitas dari konveksimu.
Kesembilan, analisis untung-rugi. Buatlah secara detail rincian biaya pengeluaran sehingga terlihat juga target yang harus dicapai. Setiap kali produksi juga harus dibuat strategi hitungan untuk meminimalisir kerugian.
Langkah 10, analisis kompetitor. Perhatikan competitor dan cari celah kelemahannya dan jadikan sebagai kelebihan dari usahamu. Misalnya saja kompetitormu disukai karena desainnya tetapi jahitannya kurang kuat. Buatlah produkmu unggu di desain dan fokus kepada kekuatan jahitan.
Kemudian perhatikan cara promosi. Di sini, relasi bisa menjadi sangat bermanfaat. Promosi bisa dilakukan secara online maupun offline. Untuk memperluas jangkauan pasar, online bisa membantu konveksi kamu untuk lebih dikenal. tetapi pastikan jika sudah masuk ranah online, program promosi ini harus terus di-maintain.
Terakhir adalah siapkan solusi untuk setiap permasalahan yang mungkin timbul seperjalanan usahamu. Hal ini penting sebagai tanda kesiapanmu untuk menghadapi segala kemungkinan yang terburuk. Kira-kira begitu poin business plan yang harus kamu perhatikan. Punya pengalaman di bidang konveksi? Yuk, berbagi pengetahuan dan pengalaman.
informasi yang menginspirasi,, terimakasih
BalasHapusAplikasi Laporan Keuangan Gratis